SBY : Tidak Mungkin Saya Paksakan AHY Menjadi Cawapres Jokowi
Dewa-Dewa Poker - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantah dirinya meminta kepada Joko Widodo atau Jokowi untuk mempertimbangkan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Calon Wakil Presiden di Pilpres tahun 2019 mendatang. Hal itu disampaikan oleh SBY sendiri dalam akun resmi Facebook pribadinya tersebut. "SBY yang meminta-minta agar bergabung dengan Jokowi, mendukung Jokowi, termasuk meminta AHY untuk menjadi Calon Wakil Presiden Jokowi, Itu semua tidak benar" tulis SBY.
Situs Poker Online Terpercaya - "Memang sudah beberapa kali saya ketemu dengan pak Joko Widodo atau Jokowi, tidak benar kalau saya mengatakan kepada pak Jokowi tolong AHY dipertimbangkan sebagai Calon Wakil Presiden bapak. Lantas beberapa menteri Jokowi yang datang kepada saya, juga tidak pernah meminta tolong disampaikan kepada pak Jokowi agar AHY bisa dijadikan Calon Wakil Presiden untuk beliau di tahun 2019 mendatang" tegas Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.
Agen Poker Online Terpercaya - Dia pun mulai berkaca dari pengalamnnya saat menjadi Capres di tahun 2004 dan 2009 yang lalu. Dimana dirinya akan mempertimbangkan Cawapres yang bakal digandengnya. Menurut SBY jika ada yang memaksakan nama sebagai Cawapres, dirinya tidak senang. SBY juga menyadari bahwa hal ini akan dirasakan sama oleh Jokowi apabil ada pihak yang mencoba untuk meminta-minta seseorang untuk menjadi Cawapresnya di Pilpres tahun 2019 nanti, Bahkan dengan cara dipaksa sekalipun.
Situs Judi Live Blackjack Online Terpercaya - "Saya mengerti politik, saya bahkan sangat mengerti soal politik, saya mengerti juga etika berpolirik, dan menurut saya sangat tidak mungkin, apalagi AHY itu kan merupakan anak saya sendiri, terus saya harus memaksakan untuk menyodorkannya demi menjadi Calon Wakil Presiden untuk mendampingi Joko Widodo atau Jokowi di ajang Pilpres tahun 2019 mendatang itu, sangat tidak mungkin sekali saya memaksakan kehendak" jelas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Bandar Bola Piala Dunia 2018 - Dia juga menampik, semua partai ingin dan menginginkan kadernya bisa menjadi Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia pada suatu saat nanti. Tapi menurut dirinya, persoalannya bukan keinginan, namuan harus dihitung dengan baik, siapa yang diusung, terlebih dengan adanya Presidential Threshold 20%. "Jadi tidak bisa sembarangan orang memasang foto di baliho dengan gagah dan berani untuk maju nyapres, Tentu Demokrat tidak akan seperti itu. Kita nanti akan memperhitungkan secara seksama" ungkap SBY.
Agen Togel Online - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga masih belum ingin mengungkapkan, kapan partai besutannya tersebut akan mengumumkan nama Calon Presiden Republik Indonesia dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia yang akan diusung oleh partainya tersebut. SBY kembali menegaskan bahwa, masih ada banyak waktu untuk melakukan hal tersebut, maka dari itu ia berharap agar semua pihak tidak terburu-buru untuk menentukan keputusannya.
Bandar Togel Online - "Kalau lihat jadwal di KPU, pendaftaran masih di bulan Agustus, masih ada sekitar 5 bulan lagi. Saya ingat betul di tahun 2004 dan 2009 yang lalu waktu mendeklarasikan Capres dan Cawapres, itu 1 setengah bulan. Kalau lihat pak Jokowi di tahun 2014, mendeklarasikan Jokowi-JK beberapa saat sebelum pendaftaran dimulai. Jadi masih membutuhkan waktu bagi partai Demokrat untuk mempertimbangkannya dengan baik-baik sebelum mendeklarasikan dukunagn tersebut kepada siapapun itu" pungkas Mantan Presiden RO Ke-6 tersebut.






